Peace and Patience

"For my thoughts are not your thoughts, neither are your ways my ways," declares the LORD. (Isaiah 55:8)


Nyari kalimat pembuka aja bingung buuuuww.....

Sebenernya bukan mau mengungkit duka atau berlarut dalam kesedihan, 
Tapi aku cuma mau sedikit sharing tentang apa yang aku rasakan, karena begitu besar rencana Tuhan untuk kehidupanku (aku yakin dan percaya itu, amin) 

Seperti yang aku pernah ceritakan di blog sebelumnya, tentang penantian aku dan suami untuk mendapatkan keturunan namun akhirnya Tuhan ambil kembali. Sampai aku menulis blog ini, kurang lebih sudah 10 hari aku harus menggunakan "korset" dan menjalani masa nifas setelah 'melahirkan'. 

Sakit? 

Secara fisik, Puji Tuhan aku yakin aku sudah pulih, bahkan sudah bisa berlari (?)
Tapi, secara psikis rasanya aku masih jauh dari rasa pulih. Sebenarnya aku ga mau terlalu berlarut - larut, tapi hati manusiaku sering kali menolak.
Sampai saat ini, aku belum pernah sekalipun membiarkan makam anakku kering dari ASI-ku, kenapa? Karena aku belum rela 'menghentikan' ASI-ku, tapi aku janji ini tidak akan berlangsung lama :) 

Aku manusia biasa yang sering kali apa yang aku ucapkan belum tentu sesuai dengan isi hatiku, aku selalu berkata 'aku kuat, harus kuat' tapi sebenarnya aku masih seringkali sedih. 
Selalu aku bertanya, 'Kenapa aku Tuhan?' Tapi sesaat kemudian aku seakan menjawab pertanyaanku sendiri 'Tuhan yg menciptakanmu, terserah dong Tuhan mau gimana untuk hidup kamu, jalanin aja!'

Bagaimana tidak, 

24 April 2017..
Pagi itu pukul 07.40 WIB aku menerima telepon dari mami, dari seberang sana mami memberitahuku bahwa papi tiba - tiba terserang stroke dan sedang berada di rumah sakit dan selang beberapa jam papi langsung tidak sadarkan diri. Seperti tersambar petir, papi yang ga pernah sakit tiba - tiba terkena stroke. Siang harinya aku memutuskan pulang ke Pekanbaru, namun baru bisa berangkat jam 9 malam. Sepanjang perjalanan aku berdoa agar aku tetap bisa bertemu papi. Namun Tuhan punya rencana lain, 
Selasa, 25 April pukul 02.12 WIB, Papi pergi meninggalkan kami semua....

Sebulan kemudian, disaat air mata untuk papi belum kering, 
kembali Tuhan mengujiku lewat peristiwa duka lagi. Aku yang saat itu sedang mengandung, harus kembali kehilangan. Anak yang sangat kami harapkan untuk menjadi 'Pengobat' justru Tuhan panggil kembali kepangkuannya. 
Kalau mengandalkan kekuatan manusiaku, mungkin aku sudah gila. Dalam kurun waktu 1 bulan kehilangan 2 orang yg aku kasihi. 

Aku merenung 'Tuhan punya rencana apa untuk hidupku?'

Bersyukur, aku memiliki keluarga yang sangat mensupportku. Mamiku, kedua mertuaku, suamiku, adik2ku, sahabat2ku dan semua kerabat yang ada. Karena mereka aku kuat, untuk mereka aku kuat. Aku yakin rencana Tuhan indah untukku, amin.

Bangkit...

Sekarang aku harus bangkit, aku harus semangat. Tuhan sedang mempersiapkan pelangi untuk aku dan keluargaku. 
Beberapa hari lalu aku dan suami kembali untuk kontrol ke dokter, 
Puji Tuhan rahimku sudah bersih dan membaik. Dokter menyarankanku untuk menjalani pemulihan sekitar 2 bulan sebelum nantinya menjalani program untuk adiknya Beatrice, hehe
Aku tau, ketika kita berserah dan berdoa kepada Tuhan, maka Tuhan akan menyendengkan telinganya untuk mendengarkan doa kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sweet Little Angel "Beatrice Lucky Wijaya"

Love, Life, Laugh, and Passion