Sweet Little Angel "Beatrice Lucky Wijaya"
Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan Kuasa dan Kemuliaan sampai selama-lamanya..
Jumat 26 Mei 2017...
Semua berjalan normal seperti biasanya. Aku bangun pagi dan bersiap untuk pergi ke rumah rekan kerjaku, karena hari itu kami berencana mengadakan acara perpisahan dengan atasan kami. Aku pergi dengan menggunakan taxi karena suamiku harus pergi bekerja (padahal waktu itu adalah libur awal puasa).
Hari itu semua berjalan normal, aku dengan acaraku dan suamiku dengan pekerjaannya. Sehabis dari acara perpisahan, aku pergi ke suatu pusat perbelajaan karena memang aku janjian dengan adik iparku.. Sepulang dari sana, aku dan suamiku janjian untuk bertemu di Gereja sebelum kami pergi ke dokter untuk kontrol rutin..
Sekitar pukul 18.30 WIB, suamiku datang menjemputku dan kami langsung jalan menuju ke Klinik tempat dokter yang biasa menangani kehamilanku dari awal. Setibanya di Klinik, aku langsung mendaftardan mendapat nomor antrian ke 26, sementara saat itu nomor antrian baru sampai yg ke 11. Maka kami memutuskan untuk pergi makan sebentar.
Setelah makan, kami kembali ke Klinik. Seperti biasa, kami selalu excited setiap kali kontrol ke dokter, hehehe..
Lalu, pukul 20.30 WIB, tibalah giliranku memasuki ruangan dokter. Seperti biasa, dokter selalu menanyakan, apakah ada keluhan atau tidak, dengan semangat dan yakin aku menjawab "tidak dok"
lalu dokter mempersilahkan aku berbaring untuk USG... Yeyeye, ketemu anak bayik (kataku dalam hati)
Betapa bahagianya aku, ketika langsung bisa melihat bayiku yg saat itu berusia 21 weeks. Tapi perasaanku berubah sedikit panik ketika melihat bayiku tidak bergerak.....
dokter sibuk memeriksa keadaan bayiku, namun bayiku tak kunjung bergerak. Kemudian dokter bertanya kepadaku, kapan terakhir aku merasakan gerakan bayiku, lalu aku menjawab sekitar 2 hari yang lalu, dok, Karena memang tipe perutku yg tebal, gerakan bayi tidak terlalu jelas bisa kurasakan, dan gerakan bayikupun hanya berupa gerakan-gerakan halus yang normal..
Dengan suara yg berat, dokter berkata kepada kami, bahwa bayi kami sudah tidak bergerak dan jantungnya pun sudah tidak berdetak lagi.
Duniaku serasa runtuh saat itu juga, tangisku pecah....
Suamiku bertanya, apa penyebabnya kepada dokter. Diagnosa sementara dari dokter adalah gerakan bayiku terlalu aktif dalam perut hingga menyebabkan bayiku terlilit tali pusar.
Kenapa bisa??? aku bertanya berulang kali di dalam hatiku.
Bagaimana sebenarnya kondisi terakhirku? sedikit aku ceritakan..
Puji Tuhan selama kehamilan, aku diberikan fisik yg sehat dan tidak mengalami ngidamyang berlebihan. Sampai pada waktu kami menjalani kontrol rutin itupu, aku merasa tidak ada yang salah pada diriku, aku merasa sehat..
Malam itu juga dokter menyarankan untuk aku segera melahirkan bayiku.
Melahirkan???? melahirkan bayiku? Tuhan, aku ga sanggup....
Atas persetujuan suami, akhirnya dijalanilah proses melahirkan. Aku diberi obat perangsang agardapat melahirkan secara normal. Singkatnya, aku dan bayiku berjuang selama kurang lebih 10 jam untuk bisa saling "bertemu"..
Aku nikmati setiap kontraksi, aku rasakan setiap sakitnya. Tak pernah ada dibayanganku bahwa aku akan mengalami hal ini..
Ternyata Tuhan Belum memberikan izin kepadaku untuk menjadi seorang ibu dan merawat serta membesarkan bayiku. Sakit rasanya, kecewa dan membenci diri sendiri rasanya, tapi aku bisa apa? apa aku harus mengutuki Tuhan? Tidak, walaupun hingga detik ini air mataku belum kering, namun aku akan selalu berusaha menerima setiap hal yang boleh Tuhan perkenankan terjadi dalam hidupku. Aku harus kuat untuk keluargaku, aku harus bangkit untuk keluargaku. Aku percaya, Tuhan sedang mempersiapkan pelangi terindah untukku dan keluargaku,Tuhan tau bahwa kami mampu dan kua menjalani ujian untuk mendewasakan iman kami, bagaimana kami bisa tetap bersyukur dalam setiap dukacita yang kami alami.
"Beatrice Lucky Wijaya"
Sumber kebahagiaan yang selalu beruntung, itulah nama yang kami selipkan untuk malaikat surga kami, untuk anak tercantik dan terindah kami. Buah cinta kami berdua. Mama sayang kamu nak, mama sayang Beatrice, mama cinta Beatrice. Mama percaya, Beatrice sedang tersenyum di sorga bersama Opi dan Aunty Nona. Beatrice sudah bahagia bersama Tuhan Yesus di sorga.
Maaf kalau mama masih suka sedih dan nangis kalau ingat Beatrice yah nak. Beatrice akan selalu hidup dihati mama nak. Mama rindu Beatrice...
Aku yakin, suatu saat pasti Tuhhan akan izinkan kembali aku untuk mengandung adik dari anakku Beatrice :)
Berat memang, tapi aku akan selalu berusaha mensyukuri segala hal dalam hidupku.
Tuhan memberkati selalu.
Jumat 26 Mei 2017...
Semua berjalan normal seperti biasanya. Aku bangun pagi dan bersiap untuk pergi ke rumah rekan kerjaku, karena hari itu kami berencana mengadakan acara perpisahan dengan atasan kami. Aku pergi dengan menggunakan taxi karena suamiku harus pergi bekerja (padahal waktu itu adalah libur awal puasa).
Hari itu semua berjalan normal, aku dengan acaraku dan suamiku dengan pekerjaannya. Sehabis dari acara perpisahan, aku pergi ke suatu pusat perbelajaan karena memang aku janjian dengan adik iparku.. Sepulang dari sana, aku dan suamiku janjian untuk bertemu di Gereja sebelum kami pergi ke dokter untuk kontrol rutin..
Sekitar pukul 18.30 WIB, suamiku datang menjemputku dan kami langsung jalan menuju ke Klinik tempat dokter yang biasa menangani kehamilanku dari awal. Setibanya di Klinik, aku langsung mendaftardan mendapat nomor antrian ke 26, sementara saat itu nomor antrian baru sampai yg ke 11. Maka kami memutuskan untuk pergi makan sebentar.
Setelah makan, kami kembali ke Klinik. Seperti biasa, kami selalu excited setiap kali kontrol ke dokter, hehehe..
Lalu, pukul 20.30 WIB, tibalah giliranku memasuki ruangan dokter. Seperti biasa, dokter selalu menanyakan, apakah ada keluhan atau tidak, dengan semangat dan yakin aku menjawab "tidak dok"
lalu dokter mempersilahkan aku berbaring untuk USG... Yeyeye, ketemu anak bayik (kataku dalam hati)
Betapa bahagianya aku, ketika langsung bisa melihat bayiku yg saat itu berusia 21 weeks. Tapi perasaanku berubah sedikit panik ketika melihat bayiku tidak bergerak.....
dokter sibuk memeriksa keadaan bayiku, namun bayiku tak kunjung bergerak. Kemudian dokter bertanya kepadaku, kapan terakhir aku merasakan gerakan bayiku, lalu aku menjawab sekitar 2 hari yang lalu, dok, Karena memang tipe perutku yg tebal, gerakan bayi tidak terlalu jelas bisa kurasakan, dan gerakan bayikupun hanya berupa gerakan-gerakan halus yang normal..
Dengan suara yg berat, dokter berkata kepada kami, bahwa bayi kami sudah tidak bergerak dan jantungnya pun sudah tidak berdetak lagi.
Duniaku serasa runtuh saat itu juga, tangisku pecah....
Suamiku bertanya, apa penyebabnya kepada dokter. Diagnosa sementara dari dokter adalah gerakan bayiku terlalu aktif dalam perut hingga menyebabkan bayiku terlilit tali pusar.
Kenapa bisa??? aku bertanya berulang kali di dalam hatiku.
Bagaimana sebenarnya kondisi terakhirku? sedikit aku ceritakan..
Puji Tuhan selama kehamilan, aku diberikan fisik yg sehat dan tidak mengalami ngidamyang berlebihan. Sampai pada waktu kami menjalani kontrol rutin itupu, aku merasa tidak ada yang salah pada diriku, aku merasa sehat..
Malam itu juga dokter menyarankan untuk aku segera melahirkan bayiku.
Melahirkan???? melahirkan bayiku? Tuhan, aku ga sanggup....
Atas persetujuan suami, akhirnya dijalanilah proses melahirkan. Aku diberi obat perangsang agardapat melahirkan secara normal. Singkatnya, aku dan bayiku berjuang selama kurang lebih 10 jam untuk bisa saling "bertemu"..
Aku nikmati setiap kontraksi, aku rasakan setiap sakitnya. Tak pernah ada dibayanganku bahwa aku akan mengalami hal ini..
Ternyata Tuhan Belum memberikan izin kepadaku untuk menjadi seorang ibu dan merawat serta membesarkan bayiku. Sakit rasanya, kecewa dan membenci diri sendiri rasanya, tapi aku bisa apa? apa aku harus mengutuki Tuhan? Tidak, walaupun hingga detik ini air mataku belum kering, namun aku akan selalu berusaha menerima setiap hal yang boleh Tuhan perkenankan terjadi dalam hidupku. Aku harus kuat untuk keluargaku, aku harus bangkit untuk keluargaku. Aku percaya, Tuhan sedang mempersiapkan pelangi terindah untukku dan keluargaku,Tuhan tau bahwa kami mampu dan kua menjalani ujian untuk mendewasakan iman kami, bagaimana kami bisa tetap bersyukur dalam setiap dukacita yang kami alami.
"Beatrice Lucky Wijaya"
Sumber kebahagiaan yang selalu beruntung, itulah nama yang kami selipkan untuk malaikat surga kami, untuk anak tercantik dan terindah kami. Buah cinta kami berdua. Mama sayang kamu nak, mama sayang Beatrice, mama cinta Beatrice. Mama percaya, Beatrice sedang tersenyum di sorga bersama Opi dan Aunty Nona. Beatrice sudah bahagia bersama Tuhan Yesus di sorga.
Maaf kalau mama masih suka sedih dan nangis kalau ingat Beatrice yah nak. Beatrice akan selalu hidup dihati mama nak. Mama rindu Beatrice...
Aku yakin, suatu saat pasti Tuhhan akan izinkan kembali aku untuk mengandung adik dari anakku Beatrice :)
Berat memang, tapi aku akan selalu berusaha mensyukuri segala hal dalam hidupku.
Tuhan memberkati selalu.
Komentar
Posting Komentar